Tentang Surat Edaran DUTA PERTIWI

Tentang EDARAN DUPER.  Ini yang tempo hari saya sebut pasti ada HIKMAHNYA:

Dengan edaran tersebut, DUPER membuat kesalahan yang sangat FATAL. DUPER menghina lembaga-lembaga negara yang sah, nyata-nyata AROGAN dan Melanggar UU, HUKUM dan aturan main.

Arti lain = kita (warga) yang diuntungkan:
Duper tidak paham bahwa dengan edaran tersebut, warga menjadi bertambah solid. Warga bukan orang-orang tolol, kita tahu  mana yang benar dan mana yang salah. Ujung-ujungnya adalah perlawanan warga ke DUPER = Kewajiban menegakkan kejujuran, kebenaran dan keadilan. Bukan lagi perjuangan karena kepentingan membayar dengan harga murah atau pertimbangan materi seperti soal hak dan kepemilikan semata.

Duper lupa dan dungu…..apa yang ditulis dalam edaran oleh warga PASTI AKAN DIUJI dengan materi yg dibicarakan di DPR yang ada di video/DVD.

Mohon kepada warga menahan diri, yang sempat mohon difoto dan dikirim ke semua pejabat yang dikenal.
Selamat berjuang sampai Menang.

Dinda Hokli yang baik….,

Lah kok Mading tidak dibersihkan, malah ditambah. Isinya juga sangat merugikan Duper. Itu kalau sampai ke Penguasa ….waduuh….fatal. Dinda kok tidak mengkomunikasikan lebih dahulu.
Yang membikin not educated. Apa itu bukan upaya menghancurkan Duper toh dik….???

Video di DVD bukan surat edaran. Itu fakta dan kebenaran yang nyata terjadi. Sama sekali bukan provokasi.
Mohon BACA ULANG KESEPAKATAN TERTULIS KITA BER-DUA. DIBAGIAN MANA YANG SAYA LANGGAR. KOK DINDA MEMBIARKAN DARI INTERNAL MEMPERMALUKAN DINDA SENDIRI.

Kesepakatan kita kan tidak bisa dibatalkan sepihak. Ia adalah hukum yang mengikat. Dan lagi diatas hukum kan ada moral. Mohon dinda koreksi ke dalam….!!! Kehormatan harus dinda jaga sendiri (Maaf…!!!). Jangan integritas dinda didekontruksi oleh kawan dan dinda pilih diam.

Kalau dinda tidak membereskan ke internal, mohon maaf kalau saya tidak bisa bendung reaksi warga. Akhirnya perang selebaran lagi. Kenapa pihak dinda yang terus mengingkari setiap kesepakatan.

Sungguh saya butuh dinda, yang lain tidak memiliki kapasitas untuk menjadi mediator, duduk bersama saya, karena nantinya  harus resetlement.

Kalau saya salah saya minta maaf, siapa tahu saya khilaf dan lupa, mohon koreksi kalau pernyataan diatas ada yang salah.

Terima kasih

Salam,

Saurip Kadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s