Perang Hukum

LP POLDA

– 29 Januari 2014
Kisruh Cempaka Mas, Jenderal Saurip Kadi Ditangkap

Aria W. Yudhistira

KATADATA – Perseteruan antara penghuni apartemen Graha Cempaka Mas dan PT Duta Pertiwi Tbk. milik Sinar Mas Group memasuki babak baru. Mayor Jenderal  (Purn) Saurip Kadi, Ketua Forum Komunikasi Warga Graha Cempaka Mas, sempat ditangkap oleh Kepolisian Resor Jakarta Pusat pada 20 Januari lalu.

“Tidak ada surat penangkapan. Tadinya dibawa ke Polsek Kemayoran. Kemudian setelah Pak Yoyol datang ke Cempaka Mas, Pak Saurip dibawa ke Polres,” kata Justiani Lim, istri Saurip Kadi, saat dihubungi Katadata, Rabu sore (29/1). Yoyol yang dimaksud oleh Justiani adalah Angesta Romano Yoyol, Kapolres Jakarta Pusat.

Menurut Justiani, Saurip Kadi ditangkap sekitar pukul 22.00. Namun yang membuatnya heran, tidak ada laporan pengaduan yang menjadi dasar penangkapan  mantan Asisten Teritorial Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu. Laporan pengaduan baru muncul sekitar pukul 02.00, atau sekitar 4,5 jam setelah Saurip Kadi ditangkap.

“Laporannya dibuat oleh Robertus Satriotomo, Manajer Properti Duta Pertiwi,” kata Justiani. “Bapak baru boleh pulang pukul 05.00 subuh, setelah dibuatkan BAP (Berita Acara Pemeriksaan).”

Justiani menduga, penangkapan tersebut terkait dengan kisruh pengelolaan apartemen antara pihak penghuni dengan pihak pengembang di bawah payung Grup Sinar Mas itu.

Kisruh bermula ketika awal tahun lalu Duta Pertiwi sebagai pengembang apartemen Graha Cempaka Mas mengumumkan kenaikan tarif  listrik, air dan Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) kepada penghuni apartemen.

Sebagian warga menolak keputusan kenaikan berbagai iuran itu.  Mereka tergabung dalam Forum Komunikasi Warga Graha Cempaka Mas yang dipimpin oleh Saurip Kadi.

Mereka menuding Duta Pertiwi tidak transparan dalam pengelolaan dana iuran. Selain itu, sebagai pemilik apartemen mereka meminta transparansi pendapatan dari parkir, kios dan tower antena yang semuanya masuk ke brankas Duta Pertiwi.

Forum Komunikasi Warga kemudian melaporkan Duta Pertiwi ke polisi dengan tuduhan melakukan kecurangan dalam pengelolaan apartemen. Tindakan ini berbuah balasan laporan balik Duta Pertiwi ke polisi terhadap Saurip Kadi yang dituding telah melakukan fitnah dan pencemaran nama baik. Laporan inilah yang akhirnya berujung pada penangkapan Saurip Kadi pada Senin dua pekan lalu.

Saat dimintai konfirmasi, Yoyol membantah telah menangkap Saurip Kadi. Dia bahkan mengaku tidak tahu-menahu kasus yang melibatkan  Saurip Kadi. “Benar saya Kapolresnya, tapi saya tidak tahu soal penangkapan tersebut,” ujarnya.

Penjelasan berbeda tetap diberikan oleh Justiani. Ia bahkan menyatakan bahwa penangkapan suaminya telah menyalahi prosedur.  Atas dasar itu, Saurip Kadi pada Rabu pagi ini melaporkan Yoyol ke Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri. Selain Kapolres, Saurip juga melaporkan Kepala Polsek Kemayoran Marupa Sagala. “Siang tadi di-BAP di Bareskrim Mabes Polri,” kata Justiani.

Kisruh Apartemen Cempaka Mas – 04 Februari 2014
Kapolres Jakarta Pusat Akui Tangkap Saurip Kadi

Aria W. Yudhistira

KATADATA – Kapolres Jakarta Pusat Angesta Romano Yoyol mengakui telah melakukan penangkapan terhadap Saurip Kadi. Penangkapan mantan Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat itu sudah sesuai prosedur.

“Itu sesuai dengan fakta di lapangan. Kenapa Saurip ditangkap? Lalu kenapa lampu dipadamkan? Coba tanya ke Duta Pertiwi,” kata dia saat dihubungi Katadata, Selasa (4/2).

Yoyol juga mengaku sudah dipanggil oleh Divisi Profesi dan pengamanan Mabes Polri terkait laporan Saurip Kadi. “Sudah ada pemanggilan tiga hari lalu. Kalau melaporkan silahkan saja, karena kita berdasarkan fakta,” kata dia.

Sebelumnya Yoyol membantah telah menangkap Saurip Kadi. Dia bahkan mengaku tidak tahu-menahu kasus yang melibatkan  Saurip Kadi. “Benar saya Kapolresnya, tapi saya tidak tahu soal penangkapan tersebut,” ujarnya. (Baca: Kisruh Cempaka Mas, Jenderal Saurip Kadi Ditangkap)

Mayor Jenderal (Purn) Saurip Kadi ditangkap pada 20 Januari 2014 sekitar pukul 22.00 tanpa ada laporan pengaduan. Laporan tersebut baru ada sekitar pukul 02.00, atau sekitar 4,5 jam setelah ditangkap. Dia baru dibolehkan pulang setelah dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) pukul 05.00.

Menurut Saurip, dia telah melaporkan Kapolres Jakarta Pusat dan Kapolsek Kemayoran Marupa Sagala ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri pada Rabu (29/1) lalu. Ada beberapa hal yang menjadi alasannya membuat laporan.

Saurip menilai keduanya telah melanggar hak asasi manusia (HAM) karena melakukan penangkapan tanpa ada dasar. Saurip juga menduga pihak kepolisian melakukan pembiaran atas perbuatan perusakan atas panel listrik milik penghuni apartemen Graha Cempaka Mas. “Yang mereka lakukan sudah penghinaan terhadap korps Polri. Makanya saya laporkan ke Propam,” ujarnya.

Dia mengatakan, selain ke Divisi Propam dirinya juga berencana membuat laporan ke Bareskrim Polri atas perbuatan yang tidak menyenangkan. Saurip Kadi menuding penangkapan disertai kekerasan sehingga menyebabkan dirinya mengalami luka-luka.

“Bayangkan, saya jenderal bintang dua diperlakukan seperti ini. Bagaimana dengan mereka yang bukan siapa-siapa?” tuturnya sambil menunjukkan bekas luka di pinggangnya. “Laporan ke Bareskrim belum saya lakukan, masih tunggu niat baik Yoyol.”

Namun Saurip masih membuka peluang untuk mencabut laporan atas Kapolres Jakarta Pusat dan Kapolsek Kemayoran tersebut. “Saya sudah kirim SMS ke Kombes Yoyol,” kata Saurip saat berbincang dengan Katadata, Kamis (30/1) lalu. “Saya berharap Yoyol mau bertemu dengan saya,” katanya. (Baca juga: Kisruh Apartemen Cempaka Mas Dibawa ke Istana)

Sumber: http://www.katadata.co.id/1/1/news/kapolres-jakarta-pusat-akui-tangkap-saurip-kadi/1107/

 

Kisruh Apartemen Cempaka Mas – 05 Februari 2014
Penghuni Laporkan Duta Pertiwi ke Polisi 

Aria W. Yudhistira, Nur Farida Ahniar

 


KATADATA | Donang Wahyu

KATADATA – Sejumlah penghuni apartemen Graha Cempaka Mas melaporkan pegawai PT Duta Pertiwi Tbk pengurus Perhimpunan Penghuni Rumah Susun Campuran kepada polisi. Laporan terkait tindak perusakan dan penganiayaan terhadap penghuni.

Laporan pertama dilakukan Justiani ke Polres Jakarta Pusat pada 21 Januari 2014. Dia melaporkan tindak pengeroyokan dan perusakan panel listrik milik 40 unit apartemen yang dilakukan Robertus Satriotomo, Manajer Properti Duta Pertiwi; Hokli, kuasa hukum Duta Pertiwi, dan Johny Tandryanto, Sekretaris Perhimpunan Penghuni Rumah Susun Campuran Graha Cempaka Mas kelompok Agus Iskandar.

Kemudian pada 23 Januari 2014, Suwandi Rudy yang melaporkan Robertus Satriotomo ke Polda Metro Jaya. Dalam laporan tersebut, Robertus disebut telah melakukan perusakan barang milik 100 unit di apartemen Graha Cempaka Mas pada 22 Januari 2014.

Pada 24 Januari 2014 giliran Lee Yun Hee, warga negara Korea, yang melaporkan penganiayaan oleh Bambang A, petugas keamanan Duta Pertiwi, ke Polda Metro Jaya. Lee Yun Hee mengalami luka memar pada kedua tangan, kaki, serta bahu bagian depan dan belakang.

Kapolres Jakarta Pusat Angesta Romano Yoyol mengatakan pihaknya masih memeriksa sejumlah saksi. Hingga saat ini belum ada satu pun pihak terlapor yang ditetapkan sebagai tersangka. “Ada sekitar 20 saksi, tapi belum ada penetapan tersangka,” kata dia saat dihubungi Katadata, Selasa (4/1).

Pernyataan serupa disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto. “Hal tersebut sedang kami proses,” ujarnya melalui pesan singkat.

Hokli Lingga, Kuasa Hukum Duta Pertiwi, yang diminta klarifikasinya soal laporan tersebut membantah telah terjadi tindakan kekerasan pada 20 Januari lalu. Menurutnya, pemadaman listrik yang dilakukan Duta Pertiwi karena 40 unit tersebut belum membayar tagihan selama 3-7 bulan.

Ketika ditanya apakah Duta Pertiwi memiliki wewenang mengurusi listrik, Hokli menjelaskan tanggung jawab Perusahaan Listrik Negara hanya sampai gardu induk. Sementara dari gardu induk ke warga, diurus oleh pengelola. “Warga apartemen membayar biaya pemakaian listrik ke pengelola,” ujarnya.

Laporan: Nina Rahayu

Sumber: http://www.katadata.co.id/1/1/news/penghuni-laporkan-duta-pertiwi-ke-polisi/1113/

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s